Video
Inovasi
Profil Kelurahan
Latar Belakang
Negara berkembang adalah negara dengan pendapatan rata-rata (income perkapita) yang relative rendah, indeks perkembangan manusia tercatat dibawah standar normal global, dan infrastruktur yang masih relative berkembang (Salamadian, 2017). Umumnya negara berkembang seperti Indonesia, pemerintahnya perlu mengusahakan peningkatan ekonomi kerakyatan yang mampu bertahan dari krisis global dan menopang perekonomian negara. Indonesia menjawab tantangan tersebut, dengan membentuk Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memberdayakan rakyat dan mendorong mereka untuk menumbuhkan jiwa wirausaha yang handal dengan membuka usaha yang mampu berkontribusi dalam peningkatan taraf perekonomian rakyat, penyerapan tenaga kerja dan pendukung pembangunan wilayah. Salah satu contohnya yaitu di Kota Malang
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (selanjutnya akan disebut UKM) di kota Malang sangat beragam baik di bidang fashion, makanan minuman sampai dengan kerajinan tangan (crafting). Menurut data dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Malang, dari 70.000 UMKM yang ada saat ini, baru 30% yang sudah go online. Ini menjadi peluang bagi anak muda untuk dapat membantu UMKM untuk go online. Tantangan yang dialami UMKM antara lain mengenai permasalahan permodalan, distribusi barang, perizinan, pembukuan yang bersifat manual, dan pemasaran online. UMKM harus bisa tumbuh dan berkembang secara bisnis maupun secara pemasaran, oleh karena itu diperlukan suatu sinergi dan kolaborasi baik dari pemerintah, komunitas, media, industri sampai dengan akademisi.
Sentra industri di Malang Raya sangat mudah di temui. Tiap kelurahan memiliki industri yang unik, berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ciri utama sebuah sentra industri adalah munculnya cluster (sekelompok) masyarakat yang secara masif berproduksi pada salah satu produk yang sejenis. Misalnya, sentra industri keripik tempe, keripik buah, produk olahan apel, sanitair, keramik, gerabah, desa wisata, dan lainnya. Sentra sanitair di Kota Malang berada di Kecamatan Sukun. Lebih tepatnya setelah melewati Jl. Raya Galunggung, kemudian masuk lewat Gang Raya Candi II, di situlah sentra sanitair berada, di sepanjang gang tersebut, sepanjang satu kilometer berjajar hasil produk sanitair yang ditata dengan apiknya, ada kijing makam, nisan, pilar, tempat cuci piring dari beton, pot bunga, ornamen taman, relief, aksesoris taman dan air mancur. Bahan baku sanitair bisa dikatakan mudah didapatkan, yaitu pasir, semen, decosit/ meal, dan kawat. Namun dibutuhkan keahlian khusus yang menjadikan bahan-bahan tersebut bisa disulap menjadi bentuk sanitair yang bernilai seni dan memiliki nilai estetika serta kualitasnya tidak diragukan lagi. Hal ini dibuktikan dengan permintaan yang semakin meningkat, tentunya ini karena kualitas sanitair hasil produk sentra di Gang Raya Candi II ini sudah diakui sejak lama. Sentra industri sanitair Klaseman sendiri sudah ada sejak dua puluh tahunan yang lalu. Keahlian membuat sanitair sendiri adalah keahlian turun-temurun diantara para warga Klaseman yang diturunkan pada generasi mudanya. Peran aktif pemerintah diharapkan dalam mempromosikan sentra industri kreatif ini karena selain menyerap tenaga kerja, dari sektor ekonomi wisata juga bisa dikembangkan.
Pelaku usaha perlu meningkatkan kapabilitas dengan cara berinovasi dan menerapkan teknologi dalam aspek bisnisnya, dimana pada kesempatan kali ini fokusnya terletak pada aspek pemasaran( Puspitasari, Ervianty, Dwikesumasari,dan Dwijayanti, 2017). Penerapan teknologi dan inovasi dalam bidang pemasaran dapat dilakukan dengan membuat sistem harga yang terstandardisasi, pembuatan desain produk yang unik dan menarik minat pelanggan serta pemanfaatan teknologi informasi dalam melakukan aktivitas promosi produk perusahaan berbasis online.
Menanggapi hal ini, diperlukan adanya penyuluhan tentang Penerapan Pemasaran Berbasis Online di Sentra Industri Sanitair Kelurahan Karang Besuki Kecamatan Sukun agar pengusaha sanitair dapat mengenalkan dan memasarkan produknya lebih luas serta dapat bersaing dengan pengusaha lainnya.